Djavanews.com – Cikarang Utara.
Di balik sederet kegiatan sekolah yang kerap digelar pada hari libur dan menuai keluhan orang tua siswa, pengelolaan anggaran di SMAN 3 Cikarang Utara kembali menjadi sorotan.Kamis (27/11/2025)
SMAN 3 Cikarang Utara tampaknya juga lihai dalam mengatur—atau justru diduga mengaburkan—penggunaan anggaran Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Tim Djavanews.com menemukan sejumlah titik bangunan sekolah yang tampak tidak terawat, mulai dari tembok mengelupas, cat rontok, hingga plafon berlubang.

Kondisi fisik tersebut menimbulkan dugaan kuat bahwa anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana tidak berjalan optimal. Anggaran Pemeliharaan Bernilai Besar, Kondisi Lapangan Tak Sejalan

Berdasarkan data yang diperoleh Djavanews.com, SMAN 3 Cikarang Utara menerima anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana melalui dana BOS dengan nilai cukup besar:
Pada Tahun 2024 denganJumlah siswa: 1.298
Tahap 1 dicairkan pada 18 Januari 2024 sebesar Rp 315.745.000
Tahap 2 dicairkan pada 9 Agustus 2024 Sebesar Rp 349.553.000.
Jadi Total pemeliharaan pada tahun 2024 mencapai Rp 665.298.000
Pada Tahun 2025 dengan Jumlah siswa: 1.317
Tahap 1 dicairkan pada 22 Januari 2025 sebesar Rp 373.945.000
Meski anggaran rutin mengalir dan nilainya terus meningkat, kondisi bangunan di beberapa titik justru menunjukkan tanda-tanda kelalaian pemeliharaan. Minimnya perawatan pada bangunan sekolah memunculkan pertanyaan besar,benarkah anggaran pemeliharaan telah digunakan sesuai petunjuk teknis BOS?
Djavanews.com telah berupaya meminta keterangan resmi dari pihak sekolah guna memastikan penggunaan anggaran secara faktual. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak SMAN 3 Cikarang Utara dalam Hal ini Kepala Sekolah atau Humas tidak mau untuk ditemui. Menurut keterangan Scurity,humas beserta kepala sekolah sedang ada penilaian dan djavanews.com pun malah di suruh balik kanan sambil menunjukan pesan Whatsaap.(AJ)

